Joint Strike Fighter F-35 (2/3): Simply Too Good to be True

Tulisan Sebelumnya : JOINT STRIKE FIGHTER F-35 (1/3) : NEXT GENERATION, STATE-OF-THE-ART TECHNOLOGY, AND COMMONALITY

30497430924_a6e0ffe97f_k

Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas gambaran besar dari proyek JSF beserta latar belakang tujuannya, yaitu menghemat Life Cycle Cost pesawat-pesawat tempur dari tiga cabang angatan bersenjata AS. Namun, benarkan demikian ?

Baca lebih lanjut

Joint Strike Fighter F-35 (1/3) : Next Generation, State-of-the-Art Technology, and Commonality

F 35 A USAF Sgt Devin Doskey.jpg

F-35A Lighting II (Picture Courtessy of Sgt. Devin Doskey from USAF)

Pesawat tempur berteknologi siluman, memiliki jaringan informasi terintegrasi, berkemampuan supermanuver dan supercruise, siap melayani berbagai kebutuhan berbeda dalam satu airframe, serta dapat diakuisis dengan harga miring. Itulah cita-cita dari program JSF (Joint Strike Fighter) yang dicanangkan pemerintah AS, mengembangkan pesawat tempur generasi 5 yang bisa dimiliki semua kalangan. Hasil dari program ini adalah pesawat F-35 yang sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan. Kelak, harapannya pesawat ini akan menggantikan seluruh jenis pesawat tempur ringan generasi 4 seperti F-16, F-18, AV-8 dan sejenisnya.

Baca lebih lanjut

Dinamika Konflik dan Tatanan Sosial, Dua Sisi dari Koin yang Sama

battle-of-megiddo

Ilustrasi pertempuran Megiddo 1457 SM, pertempuran pertama yang tercatat secara detail dan reliable. (Picture Courtesy of : Historiarex.com)

Semenjak dikenalnya sistem kemasyarakatan, perang dan konflik selalu mengiringi perjalanan sejarah manusia. Perang yang terjadi memiliki berbagai macam motif, antara lain menguasai sumber daya, memperluas wilayah, menuntut keadilan, mempertahankan gengsi, menyebarkan ideologi/paham, dll. Masa damai memang biasanya dapat dicapai setelah perang berakhir. Namun, masa damai tsb. tidak lain hanyalah jeda menuju masa peperangan berikutnya. Dan di fase damai inilah masyarakat melakukan persiapan menghadapi konflik yang akan terjadi di masa depan. Sepanjang waktu, proses ini terlihat seperti sebuah siklus yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa konflik dan peradaban merupakan entitas yang tidak dapat dipisahkan dan saling terikat satu sama lain.

Baca lebih lanjut

Mefo Bills : When NAZI Tried to Make a Lifehack (and Failed)

no cash value

Pasca PD I hingga tahun 1930an, kondisi perekonomian Jerman berada dalam keterpurukan. Tingkat pengangguran mencapai lebih dari 25% dari angkatan kerja. mata uang mereka saat itu bisa dibilang worthless. Kegiatan produksi dan entrepreneurship mangkrak karena masyarakat hampir tidak memiliki daya beli. Namun itu semua tidak memendam tekad Hitler untuk membangun kembali kekuatan militer Jerman dan mengembalikan kejayaan bangsa Arya (wooorrgh!). Sayangnya ambisi dia tersandung selain oleh masalah ekonomi,  Jerman terikat perjanjian versailles yang membatasi kekuatan militenya. Serta kebijakan pembatasan jumlah kredit yang bisa diambil oleh pemerintah. Untuk mengakali itu, pemerintah menempuh berbagai cara yang semuanya birisiko, dan beberapa diantaranya bisa dibilang tidak etis bahkan ilegal. Yang paling fenomenal adalah melalui sebuah scheme bernama MEFO Bills. Baca lebih lanjut

Sudah Syariahkah Bank Syariah?

Ibrohim Abdul Halim

Sudah islamkah orang-orang islam sesungguhnya? Beberapa mungkin bilang iya, dan beberapa lainnya bilang belum. Tapi lalu muncul satu pendapat: islam, barangkali juga kepercayaan-kepercayaan selain islam, ternyata tidak bisa terwakili secara penuh oleh pemeluk-pemeluknya. Selalu ada kekurangan, ketidaksempurnaan, dan sisa-sisa jahiliyah yang belum tuntas.

Begitu juga yang terjadi pada bank syariah. Pertanyaan “sudah syariahkah bank syariah” hanyalah sebuah pertanyaan yang tidak perlu, sebab jawabnya jelas: belum. Bank syariah yang saat ini menjadi perlambang ekonomi syariah ternyata masih belum bisa syariah sepenuhnya. Alasannya: semua itu butuh proses. Kaffah, sebagai tujuan akhir, bukanlah sebuah status. Ia adalah sebuah proses yang terus berlangsung hingga barangkali selamanya. Mereka—para pejuang ekonomi islam generasi pertama di Indoensia—hingga hari ini masih terus memperjuangkan perbaikan dalam sistim perbankan syariah. Namun, memang perlu diakui, hasil akhir dari generasi mereka barangkali masih jauh dari sempurna.

Dewan Syariah Nasional sebagai salah satu unsur penting dalam dunia ekonomi syariah di Indoneisa pun mengakui…

Lihat pos aslinya 797 kata lagi

Pembahasan Pertempuran Midway 4-7 Juni 1942

Final Battle at Midway. (Picture Courtesy of Mike Newland. See his cool artwork at Zulumike.deviantart.com)

Final Battle at Midway. (Picture Courtesy of Mike Newland. See his cool artwork at Zulumike.deviantart.com)

Pertempuran Midway merupakan titik balik dalam perang pasifik. Jepang yang sebelumnya selalu berhasil mengalahkan musuh dan siapa saja yang menghalangi kampanye mereka di kepulauan Pasifik dan Hindia harus menerima kekalahan pahit. Berkat kesuksesan tim intelijen AS, armada pasifik AS sanggup mengalahkan Jepang, 4 kapal induk yang dulu menerang Pearl Harbour tenggelam sedangkan mereka hanya kehilangan satu kapal induk. Di sini AS telah membalaskan dendam mereka pada Jepang atas serangan ke Pearl harbour enam bulan sebelumnya.

Baca lebih lanjut